Siang Panas Terik Tapi Hujan Deras Sore Hari? Bmkg Ungkap Penyebabnya

Jakarta - Beberapa wilayah di Indonesia mengalami kemungkinan demam isu kemarau yang tiba lebih usang dari biasanya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Informasi Iklim Terapan Klimatologi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Marjuki dalam program temu media di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurut Marjuki, demam isu kemarau sudah masuk ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali, alasannya memang normalnya demam isu kemarau dimulai dari kawasan sama. Akan tetapi beberapa wilayah termasuk DKI Jakarta salah satunya mengalami kemunduran.

"Secara umum kami sudah merilis untuk April, kita prediksi wilayah yang umumnya normal terjadi kemunduran terbukti Jakarta April selesai lah sudah nggak ada hujan tapi ternyata masih ada, jadi ada peluang mundur untuk beberapa wilayah," jelasnya.



Ketika hujan mulai berkurang, masuklah masa peralihan. Masa transisi itu ditandai dengan sejumlah menandakan cuaca contohnya angin yang tidak menentu.

"Kalau demam isu kemarau itu angin timuran, demam isu hujan angin baratan nah ini masih bolak balik kadanh ketimuran atau kebaratan sehingga cuacanya masih kena," lanjutnya.

Nah bukan cuma itu. Ternyata panas terik yang sering kali kita rasakan dan hujan yang mendadak turun di sore hari jadi menandakan dari peralihan musin hujan ke demam isu kemarau, loh.

"Biasanya ia hujannya sore hari turunnya, itu masa-masa transisi. Saat pagi hingga siang akan banyak panas menciptakan ia pertumbuhan awan banyak, tapi ini lokal sekali, tiap wilayah beda," tandasnya.

Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Bunyi Ulang 3 Tps Di Bali

Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang 3 TPS di BaliIlustrasi/ Perhitungan Surat Suara/Foto: Ari Saputra

Denpasar -Bawaslu Bali merekomendasikan pemungutan bunyi ulang (PSU) di tiga kabupaten di Bali. PSU ini direkomendasikan digelar di Tabanan, Jembrana dan Denpasar. Apa pelanggarannya?

"Dalam tahapan pungut hitung 17 April kemarin menurut pengawasan jajaran kami di setiap TPS ditemukan 3 pelanggaran manajemen yang berpotensi PSU. Kemudian terhadap pelanggaran yang berpotensi PSU tersebut dilakukan penelitian dan pengawasan oleh jajaran kami di pengawas TPS, diputuskan rekomendasi pemungutan bunyi ulang di KPPS," ujar Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali I Wayan Wirka ketika jumpa pers di Kantor Bawaslu Bali, Jl Moh Yamin, Denpasar, Bali, Kamis (18/4/2019).

Wirka menyebut ketiga TPS yang dimaksud yakni TPS 04 di Loloan Timur, Jembrana; TPS 05 Dauh Puri di Denpasar; dan TPS 28 di Tabananan. Pelanggaran manajemen di Jembrana yakni adanya warga Jawa Timur, sedangkan di Denpasar ada warga Jawa Tengah yang mencoblos tidak sesuai alamat di KTP dan tidak membawa form pindah menentukan atau A5.





"Jembrana dan Denpasar alasannya ada pemilih yang memakai hak pilihnya berdasar e-KTP namun menentukan tidak sesuai alamat KTP dan tidak bawa form A5. Yang di Tabanan direkomendasikan PSU alasannya ada petugas KPPS diduga perusakan surat bunyi ketika pungut hitung. Berdasarkan hasil penelitian dan pengawasan pengawas TPS direkomendasikan PSU," urainya.

Wirka menyebut petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 29 Banjar Pangkung, Tabanan itu diduga sengaja merusak surat bunyi calon DPRD Kabupaten. Perusakan surat bunyi itu dilakukan ketika proses pungut hitung berlangsung.

"Jadi surat bunyi tersebut dicoblos dobel menjadi tidak sah itu yang menjadikan PSU," jelasnya.

Dugaan pelanggaran manajemen itu melanggar pasal 372 UU Pemilu. Bawaslu pun merekomendasikan biar KPPS segera menindaklanjuti rekomendasi PSU tersebut.

"Kami dorong kabupaten/kota untuk secepatnya dapat menuntaskan PSU di TPS itu," imbau Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani.



Tonton juga video Bawaslu Ungkap Sederet Pelanggaran Kampanye dan Pemilu:

[Gambas:Video 20detik]


Imah Nini : Seruput Kopi Kenalan Sambil Santai Di Kafetaria Jadoel Di Bogor

Jakarta - Banyak kafe kekinian di tempat Bogor, tapi kafe berkonsep klasik ini tak mau kalah. Meskipun konsepnya jadul, tapi ada sajian es kopi kekinian juga.

Kafe yang berlokasi di Jalan Bangbarung Raya ini memang terkesan mungil. Ruangannya tak luas tapi cukup nyaman. Sesuai dengan namanya, banyak sekali perabotan klasik menghias area kafe, ada piano, mesin tik, sepeda kumbang sampai jam meja tua, menyerupai mirip di rumah nenek.

Meskipun kafe ini mengusung tema klasik tapi sajian sajian di sini terbilang kekinian. Bahkan di sini ada es kopi susu menyerupai yang biasa dijual di kedai kopi modern.
Imah Nini : Seruput Kopi Kenalan Sambil Santai di Kafe Jadoel di Bogor Foto: Devi S. Lestari/detikfood

Pilihan sajian di sini tak terlalu banyak tapi ada yang cukup menggoda. Menunya juga kombinasi antara masakah Indonesia dengan masakan barat.

Sebelum melirik sajian makanan, Kami memesan sajian minuman terlebih dahulu. Segelas Hot Cafe Latte, Mocha Frappe dan Kopi Kenalan jadi pilihan kami sebagai pelega tenggorokan.

Segelas cafe latte (Rp 28 ribu) tersaji dalam cangkir dengan hiasan latte art bergambar bunga di atasnya. Kopi campur susu yang disajikan hangat ini punya rasa creamy lembut dengan semburat aroma kopi yang membelai.

Kemudian kami juga mencoba Mocha Frappe (Rp 33 ribu) yang hadir dengan tampilan tak kalah menggoda. Racikan kopi, susu dan cokelat yang dicampur dalam blender menghasilkan minuman anggun yang kental. Mocha juga semakin lezat alasannya yakni dihidangkan dengan es krim vanila sebagai topping.
Imah Nini : Seruput Kopi Kenalan Sambil Santai di Kafe Jadoel di Bogor Foto: Devi S. Lestari/detikfood

Nah, yang tak boleh terlewat yakni Kopi Kenalan (Rp 25 ribu). Racikan kopi house blend antara kopi Sumatera dan kopi Bali menghasilkan sensasi semerbak dengan rasa kopi yang tak terlalu strong.

Kopi Kenalan jadi sajian kopi andalan kafe ini. Selama kami berada di area kafe, banyak orang yang hilir pulang kampung membeli segelas kopi susu ini.

Puas menikmati minuman, kami mencoba mencicip beberapa sajian makanan. Pilihan kami tertuju pada Rendang Baked Rice dan Granny's Bitterballen.

Seporsi Rendang Baked Rice (Rp 38 ribu) disajikan dengan wadah pinggan tahan panas berbentuk oval. Isiannya ada nasi yang dicampur dengan bumbu rendang lengkap dengan irisan daging sapi.
Imah Nini : Seruput Kopi Kenalan Sambil Santai di Kafe Jadoel di Bogor Foto: Devi S. Lestari/detikfood

Sebagai topping ada taburan keju mozarella yang dipanggang dan irisan paprika hijau serta bawang bombay. Aroma keju berpadu dengan aroma rendang yang khas. Nasi panggang ini paling lezat disantap hangat.

Khusus untuk sajian ini, ada tiga pilihan ukuran porsi yang dapat diubahsuaikan yakni ukuran Small, Medium dan Large.

Kalau tak mau makan berat, dapat pilih kudapan menyerupai Granny Bitterballen (Rp 25 ribu). Porsi bola-bola kentang ini cocok jadi kuliner kudapan teman minum kopi.
Imah Nini : Seruput Kopi Kenalan Sambil Santai di Kafe Jadoel di Bogor Foto: Devi S. Lestari/detikfood

Bola kentang yang lembut ini dilapisi tepung roti yang menciptakan teksturnya renyah kriuk. Makin lezat disantap bersama saus pendampingnya yakni mayonaise dan saus sambal.

Selain sajian yang kami cicip, ada juga sajian lainnya menyerupai Chicken Baked Rice, Paper Martabak, Mac and Cheese, Pizza Meat Lovers sampai aneka cake. Bagi pencinta kopi, Anda dapat juga mencicip aneka kopi lokal yang disebuh secara manual.

Kafe mungil di Bogor ini dapat jadi pilihan santai sambil menghabiskan waktu istirahat.

Imah Nini
Jl. Bangbarung Raya No.6C
Bogor Utara, Bogor
Telepon : 0895396185043

Catatan Bawaslu Bali: Distribusi Logistik Telat Sampai Politik Uang

Catatan Bawaslu Bali: Distribusi Logistik Telat sampai Politik UangBawaslu Bali. (Foto: Dok. Bawaslu Bali)

Bali -Bawaslu Bali merilis sejumlah catatan terkait pelaksanaan Pemilu 2019 di Bali. Permasalahan yang ditemukan yaitu telatnya distribusi logistik di Buleleng sampai informasi adanya Politik uang.

Bawaslu menyebut pelanggaran terbanyak ditemukan di Kabupaten Buleleng. Di antaranya mulai logistik yang telat, surat bunyi yang tertukar sampai bilik yang terbuat dari kardus.

"Pelanggaran terbanyak di Kabupaten Buleleng pertama kekurangan logistik, keterlambatan pendistribusian logistik, ketiga adanya dugaan money politic dan terakhir keterlambatan pelaksanaan pemungutan bunyi di TPS itu yang mayoritas untuk permasalahan Pemilu 2019," kata Ketua Bawaslu Bali I Ketut Ariyani ketika jumpa pers di kantor Bawaslu Bali, Jl Moh Yamin, Denpasar, Bali, Kamis (18/4/2019).



Selain temuan tersebut, Bawaslu juga menemukan adanya surat bunyi DPRD Kabupaten yang tertukar di 4 TPS. Kemudian ada juga kekurangan surat bunyi di sejumlah TPS, kehilangan sisa surat bunyi di tingkat DPRD Kabupaten, kesalahan rekapitulasi suara, dan gembok yang tidak sanggup dibuka di 9 TPS.

"Bahkan di Desa Temukus Kecamatan Banjar, Desa Pobergong, Alasangker terdapat bilik yang terbuat dari kardus, triplek sampai kain yang dibentangkan. Bahkan soal kekurangan logistik dari kertas kardus air mineral dan tidak disekat dari segi kerahasiaan ini kan tidak terjamin alasannya yaitu biliknya tidak bersekat," sesalnya.
Pemilu 2019 di BaliPemilu 2019 di Bali Foto: Dok. Bawaslu Bali

Selain Buleleng, temuan surat bunyi yang kurang juga ditemukan di Bangli dan Klungkung. Ada juga pemilih yang tidak membawa form A5 namun sanggup menentukan di Jembrana, Denpasar, dan Tabanan.

Tak hanya itu, ada juga temuan selisih jumlah bunyi antara data penggunaan surat bunyi dengan perolehan bunyi parpol dan caleg di tingkat dewan perwakilan rakyat sampai DPRD Provinsi-Kabupaten di Bangli. Ada pula temuan surat bunyi DPRD Provinsi/Kabupaten yang sudah tercoblos di Buleleng dan Gianyar. Sementara itu, di Tabanan ditemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota KPPS.

"Di Kabupaten Tabanan diduga anggota KPPS TPS 29 Banjar Pangkung, Tabanan anggota KPPS diduga merusak surat bunyi calon DPRD Kabupaten. Tindak lanjut sedang dilakukan penanganan bersama pusat Gakkumdu dan sedang dilakukan penelitian dan investigasi untuk diputuskan menjadi rekomendasi PSU," ujar Ariyani.

Soal dugaan money politic di Gianyar dan Jembrana pihaknya masih mengalami kesulitan terkait alat bukti. Meski begitu, Bawaslu menyebut pelaksanaan pemilu di Bali sudah berjalan lancar.

"Tapi secara umum pemilihan dan pemungutan menurut penilaian kami berjalan baik, meski ada dugaan money politics. Khusus di Bali dugaan ketidaksesuaian perolehan bunyi parpol dan calon itu gres jam 04.00 Wita dini hari tadi kita temukan lalu kita pribadi proses menjadi temuan dan hari ini kita rekomendasi untuk penghitungan ulang," ujar Kordip Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali I Ketut Rudia di lokasi yang sama.


Tonton juga video Bawaslu Ungkap Sederet Pelanggaran Kampanye dan Pemilu:

[Gambas:Video 20detik]


Sudah Prewedding, Siti Badriah Gagal Nikah Di Bali

Sudah Prewedding, Siti Badriah Gagal Nikah di BaliFoto: (dok. Vamos never ending story)

Jakarta - Siti Badriah harus mengubur dalam-dalam impiannya untuk menikah di Bali. Hal tersebut terjadi alasannya yakni minimnya budget.

Padahal, Siti Badriah dan kekasihnya, Krisjiana sudah melangsungkan sesi foto prewedding di pinggir pantai. Tapi apa daya, keduanya mau tak mau harus melangsungkan pernikahannya di Jakarta.

"Bukan gagal nikah, impiannya di sana.. cuma nggak jadi. Ya kita balik ke dekat-dekat sini aja," ujar Krisjiana usai mengisi program di 'Brownis' Trans Tv, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).



"Iya kemarin prewed. Di Bali memang prewed sih. Kita memang kepikiran di Bali, selain di Korea kita di Bali juga," timpal Siti Badriah.

Video: Siti Badriah Batal Gelar Pernikahan di Bali

[Gambas:Video 20detik]



Memang tak dapat dipungkiri, budget yang harus dikeluarkan untuk menikah di Bali tidaklah sedikit. Selain biaya resepsi, Siti Badriah dan Krisjiana harus menyediakan dana lebih untuk tiket pesawat sampai hotel untuk keluarganya.

"Keluarga kita kan banyak, tiket PP sama hotel dapat ratusan," ucap Krisjiana.

"Kita masih mikirin ke depanya sesudah nikah kayak gimana nanti," pungkas Siti Badriah.

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20